Idealnya Frenkie Berposisi Sebagai Gelandang Tengah


Jika suatu waktu nanti Frenkie de Jong bergabung menggunakan kesebelasan besar dan dihargai puluhan juta euro, kalian jangan heran. Gelandang milik Ajax Amsterdam ini punya kemampuan istimewa. Jika boleh mendeskripsikannya secara berlebihan, kita akan melihat sosok Lionel Messi & Andrea Pirlo secara bersamaan ketika melihat permainannya.

Frenkie ketika ini masih berusia 21 tahun. Tapi permainannya sudah matang. Wajar lantaran sepanjang musim 2017/18, pada usia 20 tahun, beliau bermain cukup reguler beserta tim inti Ajax. Direkrut berdasarkan Willem II dalam usia 18 tahun buat bermain di Jong Ajax, Frenkie eksklusif kenaikan pangkat ke skuat senior setelah 2 demam isu.

Menurut agen bola bonus 100%, Idealnya Frenkie berposisi sebagai gelandang tengah. Tapi beliau pula mahir bermain sebagai bek tengah. Secara umum, area permainannya memang di kurang lebih zona pertahanan sendiri & zona tengah. Walaupun begitu ia punya efek luar biasa bagi Ajax lantaran perannya sebagai deep-lying playmaker atau ball-playing defender.

Frenkie getol melewati versus. Bola akan selalu lengket di kakinya. Ketika ia melewati lawan, kita seolah melihat Messi versi pemain bertahan. Sama seperti Messi, pemain kelahiran kota Arkel itu melewati pemain lawan dengan mengubah-ubah kecepatan dribelnya. Selain kecepatan yang berubah-ubah, dia bisa berhenti, lalu berbelok atau mengubah jalur dribelnya secara tiba-datang. Karenanya ketika menggiring bola, ia menggunakan langkah-langkah mini nan cepat, bukan seperti Cristiano Ronaldo atau Gareth Bale yang mengandalkan sprint. Frenkie sangat Messi.

Tujuan Frenkie melewati lawan tentu bukan pamer semata. Perannya dalam permainan Ajax adalah mengatur ritme permainan sampai memilih titik area serangan. Dribelnya ini menjadi pintu awal pada Mengganggu bentuk pertahanan lawan yg rapat. Keberhasilannya dalam menaklukkan pemain lawan dengan dribel akan membukakan ruang kosong bagi rekan-rekannya. Singkatnya: pencipta ruang.

Mayoritas upaya Frenkie ini berhasil. Pada animo 2017/18, WhoScored mencatat bahwa Frenkie melakukan 58 kali dribel dari 22 laga Eredivisie. Rata-homogen dribelnya dua,5 per laga. Angka tadi menjadikannya sebagai pemain menggunakan dribel terbanyak ke-12 di divisi teratas Belanda tadi. Belum lagi menurut 58 kali upaya dribel itu, hanya 4 kali saja ia gagal melewati versus. Artinya kemungkinan keberhasilannya pada melewati lawan adalah sebanyak 93%.

Catatan tersebut tentu luar biasa bagi Frenkie. Selain lantaran usianya yang masih muda, ia berposisi jauh dari kotak penalti lawan. Sebagai perbandingan, angka dribel yg ditorehkan Frenkie tersebut hampir setara dengan pemain-pemain kreatif macam Mohamed Salah, Raheem Sterling, David Silva, Franck Ribery, Emil Forsberg, Suso, dan lain-lain pada animo ini.

Kemampuan melewati lawannya ini disempurnakan menggunakan tingkat akurasi operannya yang tinggi. Musim lalu akurasi operannya mencapai 91,4% per laga. Musim ini sudah menyentuh 92,9% per laga. Spesialnya, pemain bernomor punggung 21 ini selalu berupaya melakukan operan progresif (operan yang bertujuan mendekati gawang lawan).

Melihat gaya mengopernya ini misalnya melihat “Pirlo Baru”. Jangkauan operannya yang luas dan dampak akbar hasil operannya mampu membuat Ajax menguasai jalannya pertandingan sekaligus mempunyai peluang-peluang berbahaya. Musim kemudian Ajax jadi kesebelasan tersubur pada Eredivisie dengan 89 gol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *