Sevilla, Menghadapi Kedisiplinan Valencia


Valencia berhasil mempertahankan rekor 16 pertandingan tanpa kekalahan sehabis menang 1-0 atas tuan rumah Sevilla pada Minggu (31/03). Gol penalti Daniel Parejo pada akhir babak pertama jua menguatkan posisi Valencia buat lolos ke Liga Champions UEFA ekspresi dominan depan. Sementara buat Sevilla, mereka mengalami kekalahan ketiga (berdasarkan total enam pertandingan) sepanjang Bulan Maret.

Kedua kesebelasan sama-sama memainkan perpaduan dasar 4-4-2. Dikutip daftar agen bola terpercaya, Pelatih Sevilla, Joaquín Caparrós, memberikan debut La Liga isu terkini ini bagi penjaga gawangnya, Javier Díaz. Dia menurunkan Díaz lantaran Tomás Vaclik mengalami cedera minor, sedangkan Juan Soriano terkena larangan bermain.

Marcelino García Toral pula menurunkan perpaduan andalannya buat Valencia. Dengan sama-sama memainkan deretan 4-4-2 seharusnya lapangan akan terkaver menggunakan baik sang ke 2 kesebelasan. Tetapi Sevilla bermain lebih menyempit waktu bertahan. Selain itu, Jesús Navas & Maximilian Wöber, ke 2 full-back Sevilla, lebih tak jarang naik sebagai akibatnya back four mereka bisa dieksploitasi sang Valencia yg bermain melebar. Meski bermain tandang, Valencia bermain lebih menekan semenjak Sevilla melakukan build-up dari belakang. Posisi Navas dan Wöber yang terlalu ke depan (misalnya yg terlihat menurut grafis passing network di bawah ini) beberapa kali membuat Sevilla kehilangan arah saat bola masih di area pertahanan mereka sendiri.

Kedua penyerang Valencia, Rodrigo Moreno dan Kevin Gameiro, langsung menekan ke 2 bek tengah Sevilla. Daniel Carriço & Gabriel Mercado (selanjutnya diganti sang Sergi Gómez dalam mnt ke-26 karena Mercado mengalami cedera) terpaksa mengoper bola terus-menerus kepada ke 2 full-back mereka yg telah dijaga & ditekan pula oleh dua winger Valencia.

Valencia sengaja menekan habis Sevilla hanya pada wilayah pertahanan Sevilla karena ingin membuat Sevilla mengirimkan bola panjang ke depan. Dua penyerang Sevilla, Munir El Haddadi (tinggi badan 175 cm) & Wissam Ben Yedder (170 centimeter), tidak memiliki tinggi badan menjulang dibandingkan Ezequiel Garay (189 centimeter) dan Gabriel Paulista (187 centimeter) untuk sanggup memenangi duel bola udara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *